3 Pendekar Khawarij

sabda ali mifka
3 lelaki bersepakat membunuh rasa kangen dg 3N: ngudud, ngopi, & ngobrol.

Pascatahkim di Daumatul Jandal, kedua pihak yg terlibat perang sipil di Shiffin pulang ke daerahnya masing2. Ali & pasukannya ke Kufah Irak. Muawiyah & pasukannya ke Damaskus Syam. Keduanya tetap didaulat sebagai pemimpin oleh para loyalisnya. Tp perpecahan lahir di pasukan Ali. 8-12000 pasukan Ali memisahkan diri ke Harura, di luar Kufah. Mayoritas dr mereka disebut kaum Qurra; para pembaca & penghafal Quran yg fasih, para ahli ibadah yg zuhud. Mereka menuduh Ali telah menuruti hawa nafsu dg menerima tahkim (perundingan). Ali telah berhukum dg hukum manusia, padahal tiada hukum kecuali hukum Tuhan. Kaum Qurra ini kemudian dikenal dg sebutan Khawarij. Mazhab teologi pertama dlm sejarah Islam. Kerikil tajam di sepatu kiri kekhalifahan Ali. Di sepatu kanan? Muawiyah cs.
.
Ali mengutus Ibnu Abbas kpd kaum Khawarij di Harura. 3 hari 3 malam mereka berdebat tentang Quran dg Ibnu Abbas. 4000 orang menyatakan rujuk pd Ali & kembali ke Kufah. Dipimpin Abdullah bin Wahab ar-Rasibi, sisanya kemudian membuka basis pemberontakan di Nahrawan. Mereka mengirim pesan ke seluruh penduduk Irak untuk bergabung menegakkan hukum Tuhan & berjihad bersama mereka. Mereka halalkan darah siapa pun yg tak mau bergabung. Salah satu Sahabat, Abdullah bin Khabbab & istrinya yg sdg hamil, mereka sembelih. Kekacauan & kepanikan merebak dg cepat. Ali yg berencana melibas kekuatan Muawiyah di Syam, terpaksa menundanya. Ali tak mau meninggalkan Irak dlm keadaan kacau. Ali memutuskan melibas dl Khawarij sebelum Muawiyah. Khawarij kalah di Nahrawan. Ali kembali ke Kufah, menyusun ulang strategi.
.
3 pendekar Khawarij yg selamat di Nahrawan pd suatu ketika bertemu-kangen, lalu bersepakat untuk membunuh 3 orang yg mereka anggap sumber masalah umat. 17 Ramadhan 40 H ditetapkan sebagai hari H. Mereka bersumpah & menghunus pedang sambil menyebut nama target masing2. Abdurrahman bin Muljam menyebut nama Ali bin Abi Thalib, Al-Burak bin Abdillah menyebut Muawiyah bin Abi Sofyan, Amr bin Bakr menyebut Amr bin Ash. Mereka menyebar ke Kufah, Damaskus, & Mesir.
.
Hanya pedang Abdurrahman bin Muljam yg mampu menjangkau targetnya …

Sumber bacaan: Ibnu Katsir, Al-Bidāyah wan Nihāyah, penyusun ulang Dr. Muhammad bin Shamil as-Sulami, Tartīb wa Tahdzīb Kitāb al-Bidāyah wan Nihāyah, Juz Khulāfaur Rasyidīn (edisi Indonesia, Al-Bidayah wan Nihayah Masa Khulafa’ur Rasyidin, penerjemah Abu Ihsan al-Atsari, penerbit Darul Haq, Cet. I, 2004

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Dilihat (17) Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *