Batman dan Ibnu Hajar

11372193_872896732779566_414083740_nFokuslah pd siluet Batman. Dia sedang solat dg khusyu. Menundukkan pandangan. Simbol merendahkan diri, pasrah total di hadapan Yang Mahakuasa. Si Batman rupanya pernah ngaji kitab hadits klasik karangan Imam Ibnu Hajar al-Asqolani, salah satu ulama besar dr mazhab Syafi’i, lahir di Mesir 773H, wafat di Mesir 852H. Di salah satu kitab antologi haditsnya, Bulughul Marom (kitab hadits praktis dan lengkap tentang fiqih, akhlak, dan keutamaan amal), bab “Anjuran Khusyu dlm Melaksanakan Solat” ada hadits: “Diriwayatkan dr Jabir bin Samuroh ra, dia berkata bahwa Rosululloh saw bersabda, ‘Hendaklah benar² berhenti orang² yg memandang (mendongakkan pandangan) langit ketika solat atau pandangan itu tidak akan kembali pd mereka.’” (HR. Muslim). Ada yg menafsir hadits ini bhw ketika berdiri dlm solat, pandangan hrs menunduk ke arah tempat sujud.

Tungkul tea, siga si Batman di luhur. Wkkkkkk Ada satu riwayat tentang Ibnu Hajar. Riwayat ini sering dikutip oleh kyai² di pesantren tradisional (pesantren dg tradisi NU) dan ulama² sufi. Konon, ketika abg, ketika Ibnu Hajar mesantren, ada satu bidang ilmu yg tak kunjung dia kuasai. Untuk lebih mendramatisir, beberapa kyai menyebut Ibnu Hajar ketika itu sebagai santri yg sangat bodoh. Lalu dia frustrasi, pundung, pergi dr pesantren. Di tengah perjalanan dia istirahat di sebuah gua. Melamun, menangis, sambil memandang tetesan air yg jatuh ke sebuah batu. Batu itu sudah dekok, legok dong.

Fenomena alam itu memotivasi dia untuk kembali ke pesantren. Belajar dg tekun. Belajar tak kenal lelah. Maka jadilah dia ulama besar yg karya²nya dikaji sampai sekarang. Dihubungkan dg namanya yg kebetulan bermakna “batu” (hajar), lahirlah paribasa di urang Sunda: “Cikaracak ninggang batu, laon² jd legok.” Sebuah peribahasa motivasi agar kita tetap tekun berusaha dan bersabar dlm segala hal. Wallohu ‘alam. Kyai Haji Batman, izinkan aku bermakmum solat di belakangmu. Wkkkkkk

Dilihat (32) Pengunjung

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *