Buku 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika

kaa

Buku 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (Seri Buku Tempo. Liputan Majalah Tempo yg dibukukan)

.
2 hal yg menarik perhatian saya di buku ini, keduanya berkenaan dg Negara Sudan (judul berita “Terkenang Memori Masa Perjuangan”, hal. 136).
.
Pertama tentang bendera Sudan di KAA. Ketika menyatakan diri akan hadir di KAA Bandung 1955, Sudan blm punya bendera resmi, karena Sudan blm merdeka dr jajahan Inggris. Hal ini diutarakan pd Presiden Soekarno. “Sebagai protes terhadap Inggris,” kisah Abdul Al Rahman Al Siddig (Duta Besar Sudan untuk Indonesia), “Soekarno berkata: ‘Tidak, Sudan adalah negara merdeka.’ Dengan sigap Soekarno mengambil kain putih berukuran sekitar 1,5 meter dan menuliskan kata SUDAN di tengahnya dg tinta merah. Bendera itu kemudian dijejerkan di antara bendera negara-negara peserta lainnya yg hadir.” Bendera dadakan itu kini disimpan rapi di museum KAA.

.
Kedua tentang sebuah lagu rakyat Sudan. KAA Bandung 1955 berpengaruh besar pd rakyat Sudan dlm memperjuangkan kemerdekaan tanah airnya. Mereka tiba-tiba merasa memiliki banyak saudara dr negeri-negeri jauh yg mendukung perjuangannya. Tepat setelah KAA 1955 berakhir, Komponis Sudan, Abdul Karem Al Kabili (lahir 1933) menggubah sebuah lagu yg saking populernya kemudian jd lagu rakyat Sudan. Judul lagu itu “Asia dan Afrika”. Lagu aslinya bisa di-Yutubing: عبد الكريم الكابلي آسيا و أفريقيا
.
“Asia dan Afrika. Ketika kusenandungkan dlm hati nyanyian lama, dan fajar dlm hatiku ada dlm kemendungan. Akan kunyanyikan bait akhir untuk negeri tercinta, untuk nuansa hijau di hutan-hutan Kenya & Melayu, untuk rekan-rekanku di negara-negara Asia.. “
.
Sudan kemudian meraih kemerdekaannya pd 1 Januari 1956. Sudan kemudian mempunyai bendera resmi, berwarna merah-putih-hitam dg segitiga hijau. Sudan kemudian mempunyai lagu kebangsaan resmi yg berjudul “Nahnu Jundulloh, Jundul Wathon. Kami adalah Tentara Alloh, Tentara Tanah Air.”

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Dilihat (14) Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *