Hujan Selepas Maghrib

Setiap puisi yang mengabadikan sebuah perjalanan, sesungguhnya dengan setia menyandarkan diri pada doa-doa yang memucat mencatat alamat. Riwayat pencarian purba yang bergema di dada, menitipkan kecemasan tanpa jeda pada setiap gerak langkah yang gemetar di bentangan entah. (Namun, haruskah aku terus memaki deras hujan selepas Maghrib, yang dengan dingin merebahkan kerinduan paling bedebah di mataku […]

Still Alice

Padamu aku belajar seni kehilangan. Mencatat huruf-huruf untuk mengingat hari-hari yang ingin tetap dipertemukan, mengingat kata-kata untuk membaca doa-doa yang ingin tetap diyakinkan, membaca jejak-jejak untuk menafsir kenangan-kenangan yang ingin tetap diperjuangkan. Pada tangan yang gemetar ketika mengikat tali sepatu, pada mata yang berkaca ketika menatap luas laut, pada bibir yang menggigil ketika kehilangan setiap […]

Dan Keheningan Pun Kian Lengkap

(Ada yang lain, selalu, ketika luka usia melewati jalan yang tak menyimpan arah. Ia adalah keheningan…) Kutahu, hari telah cukup tinggi mengurai jarak yang dingin di antara ingatan dan catatan yang berguguran. Tak tersisa, mungkin serupa aku yang berjalan kecil dan berkata: “Aku hanyalah seorang lelaki yang selalu saja tak mampu menafsir cinta, kesetiaan, dan […]

Vikings

Jika angin basah bersentuhan dengan darah yang tertumpah, selalu banyak mimpi yang ingin kuceritakan padamu. Barangkali tentang pertemuan kita di sebentang tanah, tentang pergantian musim di delapan arah mata angin, Tentang puisi yang terpahat di perahu-perahu, atau tentang para penghuni langit yang masih terjaga. O, Floki! Biarkan, biarkanlah rindu kita terbang menuju Tuhan yang sama. […]

Puisi Itu adalah Kau

Cinta yang menggema bisa dilarikan pada apa saja, tidak mesti pada puisi. Luka yang renta bisa dititipkan pada siapa saja, puisi tak harus menjadi saksi. Tapi siapa yang bisa melarikan diri dari puisi yang dicintainya? Siapa yang sanggup berhadap-hadapan dengan nyeri yang kerap menyergap tanpa puisi di sisinya? Siapa yang akan bertahan meluruskan sepi jika […]