Fa aina tadzhabuun?

faainaAlkisah, seorang sufi mendadak pingsan ketika sedang membaca al-Qur’an ayat 26 surat at-Takwir yang berbunyi: Fa ayna tadzhabūn? (Hendak ke manakah engkau akan pergi?). Ketika siuman, dia ditanya knp sampai jatuh pingsan. Dia menjawab: “Tentang tujuan, tak menjadi masalah bagiku, karena aku sudah tahu; yaitu ke Hadirat Allah SWT.

Dan untuk sampai ke sana, harus melalui tahapan-tahapan, mulai dari kematian, alam kubur, kebangkitan, dan pengadilan. Yang menjadi masalah, apakah aku memiliki bekal untuk menyelesaikan tahapan-tahapan tersebut? Apakah aku memiliki sesuatu yang berharga untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, kecuali diriku yang hina dina tanpa amal kebajikan sedikit pun?” Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karomallohu Wajhah pernah berpuisi: “Betapa jauh perjalanan yang harus kutempuh, betapa sepi perantauan yang harus kujalani, betapa sedikit bekal yang kubawa menuju Yang Kekal…”

Dlm tradisi Katholik ada ungkapan yg mirip dg itu: “Quo Vadis, Domine? Ke mana engkau akan pergi, Tuhan?” Kalimat tersebut dilontarkan pada Yesus Kristus oleh Santo Petrus yang saat itu bertemu dengan Yesus dalam perjalanan hendak melarikan diri dari misinya yang beresiko disalibkan di Roma. Jawaban Yesus: “Aku hendak kembali ke Roma untuk disalibkan kembali” (Eo Romam iterum crucifigi) membuat Petrus menyadari panggilannya dan ia pun berbalik kembali ke Roma; kemudian ia disalibkan secara terbalik dan menjadi martir di sana.

Dilihat (20) Pengunjung

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *