Kisah Unik Nabi, Khalid dan Abu Ayyub al-Anshori

ALIAqabah Mekkah, thn 13 Bi’tsah (Pengangkatan Kenabian). Tengah malam, 75 orang penduduk Yatsrib bertemu secara rahasia dg Nabi saw. Mereka bersumpah akan membela & melindungi Nabi saw, mereka bersumpah akan setia sehidup-semati dg Nabi saw. Ada yg bertanya apakah nanti jika Alloh swt memenangkan perjuangan, Nabi saw akan meninggalkan mereka? “Aku adalah bagian dari kalian,” jawab Nabi saw, “dan kalian adalah bagian dariku.” Inilah Baiat Aqabah II. Di antara mereka ada seorang lelaki bernama Khalid bin Zaid dr Bani Najjar yg merupakan bagian dr Bani Khazraj.
.
Nabi saw pernah menjadi tamu di rumah Khalid selama sebulan. Satu riwayat menyebutkan, Nabi bertamu bersama istri pertamanya setelah Khadijah wafat, Saudah binti Zam’ah, juga 2 puterinya: Fathimah & Ummu Kultsum. Rumah Khalid mempunyai 2 lantai. Nabi saw memilih lantai bawah. Khalid gemetar ketika tahu harus pindah ke lantai atas bersama istrinya. Dia gelisah, merasa berdosa karena setiap hari dia harus berada di atas Nabi saw yg dicintainya itu, meski Nabi saw tak mempermasalahkannya. Suatu hari di lantai atas tumpah sebejana air, merembes ke lantai bawah. Dia kemudian bergegas mengajak istrinya ke lantai bawah, memohon maaf, & memaksa Nabi saw pindah ke lantai atas. Nabi saw tersenyum, & mengabulkan permohonan Khalid.
.
Setiap Nabi selesai makan, piring bekas makannya dg segera akan jd rebutan Khalid & istrinya. Mereka akan menelusuri jejak jemari Nabi saw di piring tsb dg harapan mendapatkan berkah. Suatu hari, Nabi tak menyentuh sepiring makanan yg ada bawang putihnya. Riwayat lain menyebut bawang merah, riwayat lainnya menyebut bawang putih & merah. Wajah Khalid pun memucat & bertanya apakah bawang putih diharamkan. “Tidak,” jawab Nabi saw, “silakan kau memakannya. Hanya saja aku tak menyukainya.” Di depan Nabi saw, Khalid bersumpah tak akan memakan apa pun yg Nabi saw tak menyukainya.
.
Dlm tarikh Islam, lelaki “lebay” itu dikenal dg nama Abu Ayyub al-Anshori, yg mendapatkan berkah karena al-Qashwa, unta Nabi saw, berhenti di depan rumahnya dlm peristiwa Hijrah, tanda bahwa Nabi saw akan menumpang di rumahnya, sebelum Nabi saw membangun rumahnya sendiri di Madinah.***

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Dilihat (13) Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *