Muslim dan Spanyol

lukisan
Atas: Lukisan thn 1882, “The Capitulation of Granada”, karya Francisco Pradilla Ortiz. . Bawah: Lukisan thn 1869, “The Farewell of King Boabdil at Granada”, karya Alfred Dehodencq.

Ketika Nabi saw wafat, Sahabat Anshor berkumpul di Saqifah Bani Sa’idah & bersepakat untuk mengangkat ketua Bani Khazraj Sa’ad bin Ubadah jd pemimpin umat. Sa’ad adalah pembawa panji perang dr kelompok Anshor dlm tiap peperangan zaman Nabi saw, sedangkan dr kaum Muhajirin panji perang dibawa Ali bin Abi Tholib. Sebelum Sa’ad dibaiat, datanglah 3 Sahabat Muhajirin: Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khottob, Abu Ubaidah bin al-Jarrah. Setelah melalui perdebatan yg panjang, akhirnya Abu Bakarlah yg dibaiat jd pemimpin umat.
.
Umayah II di Spanyol berakhir thn 1031, ketika khalifah terakhirnya, Hisyam III dipenjara oleh perwakilan rakyat Kordova. Kekuasaan Umayah II sesungguhnya pernah dikudeta oleh Muhammad bin Abi Amir, seorang penulis surat kerajaan dr klan Amiriyah, & oleh Ali bin Hammud dr klan Hamudiyah. Muak dg perebutan kekuasaan, rakyat Kordova akhirnya mengambil jalan radikal: menghapuskan kekhalifahan & membentuk Dewan Negara yg diketuai oleh Abu Hazm bin Jahwar dr klan Jahwariyah. Pascatumbangnya Kekhalifahan Umayah II, setidaknya ada 20 klan/kelompok yg mendeklarasikan kekuasaannya & saling berperang satu sama lain. Jahwariyah hny berkuasa dr 1031-1068, kemudian dikudeta oleh Abbadiyah. Kemudian ada Zirriyah, Banu Hud, Murabitun, Muwahhidun, Nashriyah, dll.

Ketika kerajaan2 muslim saling berperang, 2 kerajaan Katholik menggalang kekuatan. Ferdinand dr Aragon kemudian menikah dg Isabella dr Castile. Dibantu oleh pasukan Navarre & pasukan elit dr Portugal, mereka menyerang kawasan kerajaan muslim. Satu-persatu takluk. Yang tersisa tinggal Granada, representasi terakhir dr otoritas muslim di semenanjung Iberia (Spanyol & Portugal). Granada ketika itu dipimpin oleh Sultan Muhammad XII/King Boabdil. Dinasti Nashriyah berkuasa dr 1232-1492, didirikan oleh Muhammad bin Yusuf, keturunan Sahabat Sa’ad bin Ubadah. Dinasti inilah yg membangun istana Al-Hambra yg terkenal itu.
.
#historyofthearabs #philipkhitti

Setelah dikepung 10.000 pasukan berkuda Katholik, 2 Januari 1492, Granada takluk & Muhammad XII menyerahkan kunci kota pd Fedinand. Muhammad XII & keluarga diusir dr Granada. Ketika sampai di sebuah bukit, dr kudanya, Muhammad XII menoleh sejenak, memandang Granada untuk terakhir kalinya, menarik napas panjang, kemudian menangis. Melihat anaknya menangis, sang Ibu menghardiknya: “Kau bisa menangis dg baik layaknya seorang perempuan atas segala yg tdk bisa kaupertahankan sebagai seorang lelaki.” Bukit itu hingga kini dikenal dg nama El Ultimo Suspiro del Moro/

Puerto del Suspiro del Moro: Desahan Terakhir Sang Moor. Terinspirasi dr peristiwa tsb, Salman Rushdie pd 1995 menerbitkan novel dg judul The Moor’s Last Sigh. Belum nemu edisi Indonesianya, jd belum tau isinya. :)
Moor atau Moro dlm bhs Spanyol, adalah sebutan untuk orang2 muslim di Spanyol. Ketika Spanyol menjajah Filipina, mereka menemukan sebuah pulau di daerah selatan (Mindanao, Sulu, dan sekitarnya) yg penduduknya beragama Islam & menolak masuk Katholik.

Orang2 Spanyol pun teringat kembali akan muslim yg pernah menjajah negerinya. Sebutan Moro pun kembali disematkan pd muslim di Filipina selatan. Hingga kini, sebutan Moro tetap dipakai dg bangga oleh muslim Filipina. Tokoh yg terkenal dr Moro Filipina adalah Nur Misuari, pemimpin MNLF (Moro National Liberation Front). Dr MNLF kemudian lahir juga MILF (Moro Islamic Liberation Front). Sekarang, pamor MNLF & MILF meredup, kalah oleh kelompok Abu Sayyaf, kelompok garis keras yg hobinya menculik & menyandera orang2 asing.

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Dilihat (5) Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *