Rambut Poni

rambut poni

Ziryāb, yg bernama asli Abul Hasan ‘Ali bin Nafi’, adalah salah satu trendsetter bagi warga Umayah II di Spanyol. Dia memopulerkan gaya rambut poni, minum dg menggunakan gelas cantik ketika sebelumnya setiap orang minum dg menggunakan bejana logam, asparagus sebagai makanan favorit, dll. Sementara itu, bagi warga Abbasiyah di Irak yg menjadi trendsetter adalah ‘Ulayyah & Zubaydah.
.
‘Ulayyah adalah anak khalifah Abbasiyah ke-3 al-Mahdi, saudara tiri Harun al-Rasyid, khalifah Abbasiyah ke-5. ‘Ulayyah menyukai puisi & musik. Ia adalah perempuan Arab pertama yg mengenakan ikat kepala berhiaskan permata. Pd awalnya gaya ini dipakai untuk menutupi bekas goresan luka di dahinya. Gaya ini kemudian ditiru oleh perempuan2 Baghdad & jd tren dunia mode saat itu. Ia jg memopulerkan tatanan rambut berbentuk kubah yg pd bagian bawahnya dihiasi permata.
.
Zubaydah, yg bernama asli Amatul Aziz adalah permaisuri Harun al-Rasyid. Ia dipuja kaum muslim berkat jasanya menyumbang jutaan dinar untuk membangun saluran air, yang sumbernya diambil dr Wadi Nu’man & dialirkan ke tempat2 vital dlm prosesi haji: Mekah, Arafah, Mina, Muzdalifah. Terkenal dg nama ‘Ain Zubaydah (Mata Air Zubaydah). Ia jd perempuan Arab pertama yg mengenakan sepatu berhiaskan permata. Ia jg yg memopulerkan tradisi minum dr gelas perak & emas yg dihiasi batu2 berharga.

Dari Harun, Zubaydah melahirkan al-Amin, khalifah Abbasiyah ke-6. Seperti ibunya & bibi tirinya, al-Amin pun sering melakukan inovasi2 dlm dunia mode. Dialah khalifah pertama yg membentuk korps pembantu perempuan di lingkungan istana, mendandani mereka dg pakaian laki2 dg sorban sutera, & menata rambut mereka dg gaya bob (langsung ingat gaya rambut Melisa Abang Tukang Bakso). Inovasi al-Amin ini pun kemudian jd tren.
.
Philip K. Hitti menuliskan gaya hidup zaman Abbasiyah tsb dlm History of the Arabs, dg bersandar pd karya2 sejarawan muslim, di antaranya Kitāb al-Aghānī dr Abul Faraj al-Isfahānī (897-967 M) & Kitāb Murūj ad-Dzahab wa Ma’âdin al-Jauhar dr Abul Hasan Ali bin al-Husain al-Mas‘ūdī yg merupakan keturunan Sahabat Abdullah bin Mas’ūd (896-956 M)
.
#historyofthearabs

Lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1981. Anak ke-3 dari empat bersaudara. Kini tinggal di Ciromed, Sumedang.

Dilihat (4) Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *